Saturday, March 5, 2011

Diari Biru

Assalamualaikum

Tenang-tenang air laut,
Sampan kolek mudik ke hulu;
Hati terkenang mulut menyebut,
Orang benci kita tak tahu.

Jadual tidur yang tak menentu, membuatkan aku letih lesu. Owh, minggu ini memang mendukacitakan...Aku cuba untuk melepaskan diri dari perasaan melankolik ini. Cuba sehabis daya. Tapi, minggu ini aku tewas lagi... Sepatutnya sejak masuk bulan baru nih, aku harus lebih semangat...

Mungkin silap sendiri. Hanyut dalam masalah yang bukan masalah. Namun, sekarang masalahku kian lenyap. Lenyap bersama senyapnya aku... Ya, senyap adalah jalan terbaik untuk masalah aku yang berulang saban waktu... Aku perempuan. Perlu lebih berfikir. Berfikir atas nama Perempuan Islam. Tegas dalam ketakutan dan kelembutan. Aku akui, jiwa aku tersangatlah mudah tersentuh. Tapi aku benci didesak! Aku benci dituduh tanpa sebab yang jelas.

Sudah-sudahlah... Wahai syaitan yang membelenggu hati, pergilah kau dengan aman. Aku mohon pada Tuhan, aku perlu jiwa yang tenang. Hari ini, aku tamatkan kegelisahanku di sini. Aku perlu melangkah lebih anggun. Sebulan saja lagi, masaku di sini...

Berderai air jernih dari kelopak mata, tatkala terkenang dialog syahdu ayahanda tercinta sewaktu aku lemah tak berdaya untuk mempertahankan diri. Kesedihan yang aku rasai kiranya meresap ke dalam  jiwanya...Tatkala terimbau betapa gigihnya ayahanda menyalurkan semangat, mengirimkan doa dan menitipkan pesan di diari biruku....Ya Allah, izinkan aku membuat ayahku tersenyum sekali lagi....